Oray - Orayan merupakan salah satu dari banyak permainan anak-anak sunda yang paling populer meski ada banyak permainan anak lainnya seperti , Ambil - Ambilan, Ucing-ucingan, Boy-boyan, Galah, Asin- Asinan dan masih banyak kaulinan barudak yang lainnya.
Dimasa yang sudah serba modern ini, anak - anak jarang memainkan permainan tradisional, mereka lebih senang memainkan ponsel masing-masing, apalagi jaman sekarang sangat banyak permainan baik offline maupun online yang bisa dimainkan di HP, padahal kita tahu bahwa anak yang terlalu sering dan lama memainkan game di hp bisa berakibat buruk pada anak.
Padahal permainan tradisional ( Kaulinan barudak) juga tidak kalah seru dan yang paling penting aman dan bisa menjaga keakraban anak itu sendiri.
Permainan Oray-orayan (dalam bahasa Indonesia: Ular-ularan) cukup terkenal di tataran Sunda. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan terbuka dengan jumlah pemain bebas, semakin banyak semakin seru tentunya.
Cara bermain oray-orayan
Cara bermain oray-orayan cukup sederhana namun tetap dibutuhkan kelincahan dan kekompakan para pemainnya. setiap anak saling memegang bahu atau pinggang anak yang didepannya, Pemain terdepan, yang menjadi kepala oray, berusaha menangkap pemain yang paling belakang, yang menjadi ekor oray, sehingga barisan bergerak meliuk-liuk seperti oray sungguhan.
Barisan ini tidak boleh terputus. kalaupun barisannya putus maka dia yang memutuskan yang menjadi kepala oray.
Selagi bermain, anak anak tidak berhenti bernyanyi lagu Oray - Orayan.
Lagu Oray - Orayan
Oray-orayan
Luar-léor mapay sawah
Entong ka sawah
Paréna keur sedeng beukah
Oray-orayan
Luar-léor mapay leuwi
Entong ka leuwi
Di leuwi loba nu mandi
Saha nu mandi
Anu mandi pandeuri
Oray-orayan
Luar-léor mapay kebon
Entong ka kebon
Loba barudak keur ngangon
Mending gé teuleum di leuwi loba nu mandi
Saha nu mandi
Nu mandi pandeuri.
Pesan yang disampaikan dari Lirik Lagu Oray - Orayan adalah :
Jika dilihat dari lirik lagunya sendiri permainan oray-orayan ini memberi pesan kepada anak-anak agar tidak bermain di sembarang tempat.
Seperti yang disebutkan dalam lirik yakni sawah, jangan bermain disawah dimana padinya sedang menguning karena kasihan petani takut-takut panennya gagal, karena semua padinya rusak.
Kemudian kebon, kata kebon dalam lirik lagu tersebut berarti kebun, jangan bermain di kebun karena ada tukang kebun yang sedang mengembala hewan, takut-takut mengganggu hewan gembalanya yan sedang makan.
Lalu ada leuwi, kata leuwi dalam lirik tersebut berarti sungai, anak-anak jangan bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa karena di sungai arus airnya deras, selain itu banyak binatang buasnya.
